インドネシアにあるスンバ島。その最西端にあるコディ村では、伝統的な乗馬の槍術競技パソーラが行われている。2つの村が対抗して二手にわかれて、馬をあやつって相手側に近づき、槍を投げつける。
現在は竹槍になっているが、かつては本物の槍を投げ合っていた。田植えの予祝の儀礼で、人間の血が大地に流れた分だけ、豊穣の精霊を喜ばせると考えられていた。
現在でも盛大に行われており、スポーツ競技と戦闘の関係を考察する上で、非常に重要な儀礼である。
Sumba Island in Indonesia. In Kodi village, located at the westernmost tip of the island, the traditional horseback spearing sport Pasola is held. Two villages compete against each other, splitting into two groups, and using their horses to approach the other side and throw spears. Nowadays, they use bamboo spears, but in the past they threw real spears at each other. It is a ritual to celebrate rice planting, and it was believed that the more human blood that was spilled on the earth, the more fertility spirits would be pleased. It is still held on a grand scale today, and is a very important ritual when considering the relationship between sports competitions and combat.
Pulau Sumba di Indonesia. Di desa Kodi, yang terletak di ujung paling barat pulau, diadakan olahraga tradisional tombak berkuda Pasola. Dua desa saling berlomba, terbagi menjadi dua kelompok, dan menggunakan kuda mereka untuk mendekati sisi lain dan melemparkan tombak. Sekarang, mereka menggunakan tombak bambu, tetapi di masa lalu mereka saling melemparkan tombak sungguhan. Ini adalah ritual untuk merayakan penanaman padi, dan diyakini bahwa semakin banyak darah manusia yang tertumpah di bumi, semakin banyak roh kesuburan yang akan senang. Ini masih diadakan dalam skala besar saat ini, dan merupakan ritual yang sangat penting jika mempertimbangkan hubungan antara kompetisi olahraga dan pertarungan.